INDUSTRI BAN
Saat ini teknologi material,
khususnya karet sudah sangat maju. Material karet digunakan dihampir semua
bidang, seperti manufaktur, telekomunikasi, rumah tangga, transportasi dan lain
sebagainya, dalam bidang transportasi penggunaan material karet sebagian besar
digunakan untuk pembuatan ban, ban merupakan penopang dan alat yang digunakan
agar kendaraan dapat bekerja dengan maksimal.
Bahan
karet yang digunakan pada ban harus mempunyai spesifikasi tertentu misal
ketahanan terhadap keausan yang tinggi, tidak berubah bentuk pada temperatur
tinggi, ketahanan terhadap pengaruh ozon yang tinggi, ketahanan terhadap sinar
matahari dan lain sebagainya.
Industry ban meruopakan salah satu industry yang berkembang di Indonesia
hal ini dibuktikan karena produksi ban semakin meningkat sejalan dengan hal itu
keberadaan ban-ban bekas yang sudah
tidak terpakai tentu menjadi masalah sendiri untuk ditangani.
Ban sendiri adalah peranti yang
menutupi velg suatu roda. Ban adalah bagian
penting dari kendaraan
darat, dan digunakan untuk mengurangi getaran yang disebabkan ketidakteraturan
permukaan jalan, melindungi roda dari aus dan kerusakan, serta memberikan kestabilan antara kendaraan
dan tanah untuk meningkatkan percepatan dan mempermudah pergerakan.
Ban juga merupakan bagian dari
suatu kendaraan yang merupakan produk paling penting dan diproduksi dalam
volume tinggi yang bertambah setiap tahunnya. Lebih dari setengah karet alam
dan karet sintetik didunia digunakan dalam industri ban. Karet memiliki sifat
yang fleksibel geseran serta permukaan yang baik, yang tahan abrasi yang
tinggi, impermeabilitas yang baik terhadap udara.
SIFAT-SIFAT BAN
karena sifat
karet yang mudah dibentuk, dapat direnggangkan, kenyal, dan lentur. Seandainya
ban mobilmu terbuat dari kayu, kamu pasti tidak akan merasa nyaman saat
mengendarainya.
Sifat-sifat karet :
- 1). Kuat, lentur dan elastis,
- 2). Tidak tahan api (meleleh jika dipanaskan),
- 3). Bersifat isolator,
- 4). Tidak tembus air.
Karet bersifat kuat dan lentur. Karet juga bersifat elastis. Artinya,
karet dapat ditarik memanjang dan jika dilepaskan akan kembali ke bentuk
semula. Oleh karena itu, karet dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, misalnya
membuat ban, alas sepatu, dan pembungkus kabel. Meskipun karet bersifat kuat
dan lentur, tetapi tidak tahan api. Ingatlah, jangan sampai peralatan di
rumahmu yang terbuat dari karet terkena api! Karet yang terkena api akan
meleleh.
KEGUNAAN BAN
Kegunaan
Utama Ban
1.
Menahan beban
Dalam hal menahan beban yang paling berpengaruh adalah
tekanan angin, karena
angin dalam ban berfungsi untuk
menopang berat kendaraan dan muatan.
2.
Meredam guncangan
Tekanan angin dan type ban (radial/
bias) sangat berpengaruh dalam meredam guncangan awal sebelum diredam lagi oleh suspensi. Ban tipe
radial mampu meredam guncangan lebih baik daripada ban tipe bias.
3.
Meneruskan tenaga dari mesin
Ban berfungsi untuk meneruskan gaya
gerak dan pengeraman ke permukaan jalan, hal ini berkaitan dengan kinerja traksi dan
pengereman. Yang berpengaruh dalam hal ini adalah pattern atau kembangan dari
ban.
4.
Meneruskan fungsi kemudi
Ban sangat penting dalam mengontrol
arah kendaraan, hal ini akan menentukan kemampuan bermanuver dan kestabilan dalam
berkendara.
|
|
|
Ban juga memiliki kegunaan memikul beban kendaraan dan meredam kejutan-kejutan
yang ditimbulkan oleh keadaan permukaan jalan.
Ban pneumatic (diisi angin) tersusun dari empat bagian utama
yaitu : Carcass, Tread, Breaker dan Bead.
·
Carcass
Carcass
ada didalam ban. Fungsinya menahan berat, goncangan, tumbukan dan tekanan
angin. Carcass dibuat dari lembaran-lembaran ply cords. Karet yang melapisi
cord tidak hanya melindungi dari kerusakan luar, tetapi juga mencegah gesekan
antara cords.
·
Tread
Tread
adalah kulit luar ban, berfungsi untuk melindungi carcass dari keausan dan
lain-lain kerusakan. Bagian dimana tread-tread berhubungan langsung dengan
jalan disebut crown. Bagian disamping ban disebut side wall dan daerah
pertemuan dengan tread disebut shoulder. Permukaan crown mempunyai
bermacam-macam patern. Alur-alur yang dibuat pada permukaan ban disebut Groove
atau non skid. Shoulder dinamakan juga Butters dan merupakan bagian yang
menyangga crown. Daerah ini mempunyai konsentrasi karet yang paling tebal dan
disini dibuat juga alur (groove) untuk mengeluarkan panas.
·
Breaker
Ditempatkan
diantara treads dan carcass berfungsi sebagai peredam goncangan. Sebagai
tambahan, untuk mencegah pemisahan dan untuk mengurangi perubahan elastisitas,
selembar karet disisipkan antara carcass dan breaker yang berfungsi sebagai
bantalan.
·
Bead
Bead
digunakan di carcass, berfungsi untuk menahan kedua ujung cord, menjamin
pemasangan yang kuat dari ban ke rim (pelek). Kawat bead terbuat dari baja
dengan kadar karbon tinggi. Bagian ujung yang berhubungan dengan pelek dan
lebih dekat dengan pusat ban dinamakan Bead Toe. Flipper membungkus bead wire
dan didalamnya terisi beaf filler, karet keras berbentuk segitiga (Apex
rubber). Bead filler membantu flipper agar bias bercampur dengan baik di dalam
ban. Bagian yang berhubungan dengan flens dari pelek dinamakan Bead Hell.
Bagian dari bead dilapisi oleh semacam ply cord (yang sudah dilapisi karet),
dinamakan chafer.
CARA
PRODUKSI
. Mixing /
Banbury
Dalam pembuatan produk ban unggulan, baik untuk kendaraan mobil
maupun motor, Tire Manufacturing menggunakan beberapa material sebagai
bahan baku utama dan beberapa bahan kimia sebagai bahan pelengkap produksi.
Material yang digunakan antara lain Natural dan Synthetic Rubber,
Carbon Black, Silica, Zinc Oxide, Sulfur, Oli, dan beberapa material kimia
lain. Pada tahap awal, proses yang dilakukan adalah pencampuran Natural
&Synthetic Rubber dengan Ingredient yang sebelumnya sudah
ditimbang sesuai dengan berat yang ditentukan pada spesikasi produk yang ingin
dibentuk. Kemudian diberikan tambahan Carbon dan Oli pada saat material
tersebut masuk
kedalam mesin Banburry. Dalam mesin tersebut terdapat alat
yang berfungsi untuk menggiling campuran menjadi lapisan yang disebut compound.
Sebelum compound tersebut disusun pada rak, terlebih dahulu melewati
proses pendinginan dan diberi cairan adhesive agar compound tersebut
tidak lengket setelah tersusun.
2. Extruding
Adonan hasil mixing tadi dibuat menjadi tread dan sidewall. Prosesnya adalah injeksi dan extruding hingga terbentuk profil.
Adonan hasil mixing tadi dibuat menjadi tread dan sidewall. Prosesnya adalah injeksi dan extruding hingga terbentuk profil.
Hasil akhir dari tahapan ini adalah side wall, tread
dan filler. Side wall merupakan salah satu bagian ban yang
berfungsi sebagai pelindung terhadap benturan dari arah samping atau
serempetan, bahan untuk menambah fleksibilitas ban, lapisan karet pembungkus
carcass dari shoulder area ke rim cushion dan bead area,
berfungsi untuk fashion jika dihias dengan white ribbon atau white
letter, penahan tekukan untuk beban berat, daya tahan lama dan tahan retakan
dan juga berfungsi untuk kekerasan dan keempukan radial.
3. Calender
Proses aplikasi lain adalah untuk pembuatan material ply
& steel belt, JLB & cap ply. Aplikasi tersebut dibentuk oleh mesin Calender
dengan bahan dasar benang (polyester dan nylon) juga steel cord.
Polyester maupun nylon yang akan diproses, sebelumnya harus melalui proses
pelebaran terlebih dahulu agar material tersebut terbuka untuk kemudian di
masukan ke dalam oven dengan suhu 160°C agar pada saat diberikan compound dan
bahan-bahan seperti polyester, nylon, dan steel cord dapat merekat dengan
sempurna.
4. Bead
Sementara proses calender
berjalan, di bagian lain ada pembuatan bead wire yaitu melapisi kawat
baja dengan karet. Proses ini berjalan otomatis dan begitu keluar dari mesin,
bead wire sudah berbentuk lingkaran sesuai dengan ukuran rim.
5. Cutting
Proses cutting ini merupakan proses lanjutan dari mesin
Callender, hasill akhir dari proses ini biasa disebut dengan Ply dan Cap
Ply. Ply merupakan lembaran material yang terdiri dari Polyester, Nylon, dan compound
yang telah diproses sebelumnya dalam bentuk gulungan panjang di mesin
Calender yang kemudian di potong – potong untuk merubah arah atau sudut benang
dari 0° menjadi 90°. Ply berfungsi sebagai carcass atau kerangka untuk
menahan, membentuk sistem suspensi dan beban ban.Sedangkan Cap Ply merupakan
lembaran material yang terdiri dari nylon dan compound yang dipotong –
potong menjadi beberapa bagian di mesin TTO. Cap Ply berfungsi sebagai bahan
untuk mempertahankan bundar ban waktu berjalan, meredam suara bising dari steel
belt, membuat nyaman, dan untuk memperkecil rolling resistance.
6. Building
Kemudian sampailah pada tahap
perakitan semua komponen-komponen aplikasi yang telah dibuat pada proses
semi manufaktur. Semua komponen seperti rakitan bead, lembaran ply yang telah
di potong dengan sudut 90°, steel belts, innerliner, tread dan
side wall semua di rakit menjadi satu kesatuan utuh sebagai bagian dari
ban setengah jadi atau biasa disebut dengan Green Tire (GT). Proses
perakitan (Tire Building) terdiri dari 2 tahap, tahap pertama sering
disebut dengan istilah 1st stage yang kemudian menghasil produk berupa
carcass, kemudian carcass diproses kembali di tahap kedua atau 2nd stage dengan
menambahkan steel belt, cap ply dan tread menjadi GT.
Tahap ini dilakukan dengan menggunakan mesin yang dioperasikan oleh satu
operator di masing – masing tahap.
Green Tire ( GT )
7. Curing
Proses selanjutnya adalah tahap akhir dari proses pembentukan ban. GT yang dihasilkan dari proses perakitan kemudian di kirim ke area Curing untuk dimasak. Proses Curing sendiri terdiri dari beberapa tahap. Pertama GT datang dari bagian Perakitan, sebelum masuk ke proses curing, GT harus diperiksa terlebih dahulu untuk menghindari adanya cacat pada GT. Setelah GT selesai diperiksa diambil 4 ban setiap 1 rak GT untuk dilakukan proses painting Chem Trend yaitu pengolesan cairan tire-lubricant pada bagian dalam GT yang bertujuan agar GT tidak menempel di bagian karet bladder pada saat proses curing berlangsung. Kemudian GT dikirim ke masing-masing operator untuk di proses di mesin press curing. Proses curing sendiri merupakan pemasakan atau vulkanisasi yaitu penyatuan polimer (rubber) dengan carbon black dan sulphur dengan dibantu oleh persenyawaan bahan kimia untuk mendapatkan beberapa karakteristik compound yang diperlukan dari bagian-bagian ban. Proses curing (pemasakan) ini membutuhkan suhu panas dan sejumlah tekanan steam yang sangat tinggi, GT akan ditempatkan pada cetakan (mold) dengan temperatur sesuai dengan yang diinginkan untuk produksi. Setelah cetakan tertutup, GT akan melebur ke dalam cetakan tread dan side wall. Cetakan tersebut tidak dapat dibuka sampai proses curing selesai secara keseluruhan. Setelah proses pemasakan selesai, mold akan terbuka secara otomatis. Ban yang sudah jadi akan jatuh dan masuk ke dalam conveyor untuk kemudian sampai di bagian Pemeriksaan (Finishing).
Proses selanjutnya adalah tahap akhir dari proses pembentukan ban. GT yang dihasilkan dari proses perakitan kemudian di kirim ke area Curing untuk dimasak. Proses Curing sendiri terdiri dari beberapa tahap. Pertama GT datang dari bagian Perakitan, sebelum masuk ke proses curing, GT harus diperiksa terlebih dahulu untuk menghindari adanya cacat pada GT. Setelah GT selesai diperiksa diambil 4 ban setiap 1 rak GT untuk dilakukan proses painting Chem Trend yaitu pengolesan cairan tire-lubricant pada bagian dalam GT yang bertujuan agar GT tidak menempel di bagian karet bladder pada saat proses curing berlangsung. Kemudian GT dikirim ke masing-masing operator untuk di proses di mesin press curing. Proses curing sendiri merupakan pemasakan atau vulkanisasi yaitu penyatuan polimer (rubber) dengan carbon black dan sulphur dengan dibantu oleh persenyawaan bahan kimia untuk mendapatkan beberapa karakteristik compound yang diperlukan dari bagian-bagian ban. Proses curing (pemasakan) ini membutuhkan suhu panas dan sejumlah tekanan steam yang sangat tinggi, GT akan ditempatkan pada cetakan (mold) dengan temperatur sesuai dengan yang diinginkan untuk produksi. Setelah cetakan tertutup, GT akan melebur ke dalam cetakan tread dan side wall. Cetakan tersebut tidak dapat dibuka sampai proses curing selesai secara keseluruhan. Setelah proses pemasakan selesai, mold akan terbuka secara otomatis. Ban yang sudah jadi akan jatuh dan masuk ke dalam conveyor untuk kemudian sampai di bagian Pemeriksaan (Finishing).
8. Finishing /
quality control
Setelah selesai, ban diperiksa secara visual apakah ada
cacat atau tidak. Proses ini tentu saja tidak menggunakan mesin, jadi
ketelitian pekerja sangat dibutuhkan. Selain visual, kontrol juga dilakukan
dengan pemeriksaan balance dan menggunakan sinar X.
Ban tidak mungkin bisa 100% balance seperti pelek, namun ada batasannya. Jika melebihi batas, berarti ada kesalahan pada proses produksi. Selain itu, kami juga memiliki laboratorium untuk memeriksa sampel ban yang diambil secara acak demi menjaga kualitas.
Wrapping/Packaging
Ban tidak mungkin bisa 100% balance seperti pelek, namun ada batasannya. Jika melebihi batas, berarti ada kesalahan pada proses produksi. Selain itu, kami juga memiliki laboratorium untuk memeriksa sampel ban yang diambil secara acak demi menjaga kualitas.
Wrapping/Packaging
|
Proses
Wrapping / Packaging Merupakan proses terakhir. Setelah dinyatakan OK, setiap
ban dibungkus seluruh permukaannya dengan lilitan plastik secara mekanis,
berikut vidio processnya :
INDUSTRI
YANG ADA
1.PT. GAJAH TUNGGAL.TBK
Gajah tunggal producer dan distributor
ban terbesar di Asia Tenggara, Kami menyediakan ban berkualitas tinggi untuk
mobil penumpang, inner tubes, sepeda motor dan industrial
2.PT. CST
Taiwan
3.SHANDONG
O'GREEN TYRE CO LTD GROUP
4.Pabrik
Ban Hankook
5.PT. Multistrada Arah Sarana (MSA)
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar